Skip to content

RAMALAN SABDO PALON

2010 February 19
Tags:
Posted by Sangmania

Ramalan
Sabdo Palon
( Terjemahan
bebas bahasa
Indonesia )
1.
Ingatlah kepada
kisah lama yang
ditulis di dalam
buku babad
tentang negara
Mojopahit. Waktu
itu Sang Prabu
Brawijaya
mengadakan
pertemuan dengan
Sunan Kalijaga
didampingi oleh
Punakawannya
yang bernama
Sabda Palon Naya
Genggong.
2.
Prabu Brawijaya
berkata lemah
lembut kepada
punakawannya:
“ Sabda Palon
sekarang saya
sudah menjadi
Islam.
Bagaimanakah
kamu? Lebih baik
ikut Islam sekali,
sebuah agama suci
dan baik. ”
3.
Sabda Palon
menjawab kasar:
“ Hamba tak mau
masuk Islam Sang
Prabu, sebab saya
ini raja serta
pembesar Dang
Hyang se tanah
Jawa. Saya ini
yang membantu
anak cucu serta
para raja di tanah
jawa. Sudah digaris
kita harus berpisah.
4.
Berpisah dengan
Sang Prabu kembali
ke asal mula saya.
Namun Sang Prabu
kami mohon
dicatat. Kelak
setelah 500 tahun
saya akan
mengganti agama
Budha lagi
(maksudnya
Kawruh Budi), saya
sebar seluruh
tanah Jawa.
5.
Bila ada yang tidak
mau memakai,
akan saya
hancurkan. Menjadi
makanan jin setan
dan lain-lainnya.
Belum legalah hati
saya bila belum
saya hancur
leburkan. Saya
akan membuat
tanda akan
datangnya kata-
kata saya ini. Bila
kelak Gunung
Merapi meletus dan
memuntahkan
laharnya.
6.
Lahar tersebut
mengalir ke Barat
Daya. Baunya tidak
sedap. Itulah
pertanda kalau
saya datang. Sudah
mulai
menyebarkan
agama Buda
(Kawruh Budi).
Kelak Merapi akan
bergelegar. Itu
sudah menjadi
takdir Hyang Widhi
bahwa segalanya
harus bergantian.
Tidak dapat bila
diubah lagi.
7.
Kelak waktunya
paling sengsara di
tanah Jawa ini
pada tahun: Lawon
Sapta Ngesthi Aji.
Umpama seorang
menyeberang
sungai sudah
datang di tengah-
tengah. Tiba-tiba
sungainya banjir
besar, dalamnya
menghanyutkan
manusia sehingga
banyak yang
meninggal dunia.
8.
Bahaya yang
mendatangi
tersebar seluruh
tanah Jawa. Itu
sudah kehendak
Tuhan tidak
mungkin disingkiri
lagi. Sebab dunia ini
ada ditanganNya.
Hal tersebut
sebagai bukti
bahwa sebenarnya
dunia ini ada yang
membuatnya.
9.
Bermacam-macam
bahaya yang
membuat tanah
Jawa rusak. Orang
yang bekerja
hasilnya tidak
mencukupi. Para
priyayi banyak
yang susah
hatinya. Saudagar
selalu menderita
rugi. Orang bekerja
hasilnya tidak
seberapa. Orang
tanipun demikian
juga.
Penghasilannya
banyak yang hilang
di hutan.
10.
Bumi sudah
berkurang hasilnya.
Banyak hama yang
menyerang.
Kayupun banyak
yang hilang dicuri.
Timbullah
kerusakan hebat
sebab orang
berebutan. Benar-
benar rusak moral
manusia. Bila hujan
gerimis banyak
maling tapi siang
hari banyak begal.
11.
Manusia bingung
dengan sendirinya
sebab rebutan
mencari makan.
Mereka tidak
mengingat aturan
negara sebab tidak
tahan menahan
keroncongannya
perut. Hal tersebut
berjalan disusul
datangnya musibah
pagebluk yang luar
biasa. Penyakit
tersebar merata di
tanah Jawa.
Bagaikan pagi sakit
sorenya telah
meninggal dunia.
12.
Bahaya penyakit
luar biasa. Di sana-
sini banyak orang
mati. Hujan tidak
tepat waktunya.
Angin besar
menerjang
sehingga pohon-
pohon roboh
semuanya. Sungai
meluap banjir
sehingga bila dilihat
persis lautan
pasang.
13.
Seperti lautan
meluap airnya naik
ke daratan.
Merusakkan kanan
kiri. Kayu-kayu
banyak yang
hanyut. Yang hidup
di pinggir sungai
terbawa sampai ke
laut. Batu-batu
besarpun
terhanyut dengan
gemuruh suaranya.
14.
Gunung-gunung
besar bergelegar
menakutkan. Lahar
meluap ke kanan
serta ke kiri
sehingga
menghancurkan
desa dan hutan.
Manusia banyak
yang meninggal
sedangkan kerbau
dan sapi habis
sama sekali. Hancur
lebur tidak ada
yang tertinggal
sedikitpun.
15.
Gempa bumi tujuh
kali sehari,
sehingga membuat
susahnya manusia.
Tanahpun
menganga.
Muncullah
brekasakan yang
menyeret manusia
ke dalam tanah.
Manusia-manusia
mengaduh di sana-
sini, banyak yang
sakit. Penyakitpun
rupa-rupa. Banyak
yang tidak dapat
sembuh.
Kebanyakan
mereka meninggal
dunia.
16.
Demikianlah kata-
kata Sabda Palon
yang segera
menghilang
sebentar tidak
tampak lagi diriya.
Kembali ke
alamnya. Prabu
Brawijaya tertegun
sejenak. Sama
sekali tidak dapat
berbicara. Hatinya
kecewa sekali dan
merasa salah.
Namun bagaimana
lagi, segala itu
sudah menjadi
kodrat yang tidak
mungkin diubahnya
lagi. http://sangmania.wap.sh

2 Responses
  1. ridlo permalink
    February 23, 2010

    lam kenal sm

  2. satrio pinandito sisnisihan wahyu permalink
    February 19, 2011

    Sabdo palon adalah gunung Merapi sedang Naya genggong adalah gunung Bromo.
    Sekarang Naya genggong sedang berkata-kata dengan letusannya yang tak kunjung berhenti. Goro-goro di pantai barat Sumatra, selat Sunda dan tanah Jawa memang segera akan dimulai

Comments are closed.